JAKARTA - Kejutan besar terjadi di panggung Premier League saat sang pemuncak klasemen dipaksa menelan pil pahit oleh tim yang menghuni dasar klasemen. Langkah Arsenal untuk memperlebar jarak di puncak klasemen harus terganjal lewat skenario dramatis yang menyesakkan di menit-menit akhir pertandingan. Arsenal gagal meraih kemenangan saat bertamu ke markas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, Kamis dini hari waktu Indonesia.
Hasil ini tentu menjadi tamparan bagi ambisi juara The Gunners. Datang dengan kepercayaan diri tinggi, skuad asuhan Mikel Arteta sejatinya memiliki kendali penuh di awal laga, namun mereka seolah kehilangan konsentrasi saat kemenangan sudah berada di depan mata. Padahal, The Gunners punya peluang menjauh dari kejaran Manchester City saat bertamu ke markas Wolverhampton dalam pekan ke-27 Premier League.
Dominasi Awal Lewat Gol Cepat Bukayo Saka
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari tim tamu. Tidak butuh waktu lama bagi Meriam London untuk meledakkan pertahanan tuan rumah yang tampak rapuh di awal laga. Arsenal memimpin ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Umpan Declan Rice tidak disia-siakan Bukayo Saka. Anak asuh Mikel Arteta memimpin.
Gol cepat tersebut seharusnya menjadi sinyal bagi Arsenal untuk terus mengurung pertahanan lawan. Namun, Wolverhampton yang bermain di hadapan pendukung sendiri memberikan perlawanan yang gigih meski secara kualitas individu berada di bawah tim tamu. Serangan-serangan tim tamu membuat pemain-pemain tuan rumah harus sigap bertahan. Selisih skor tipis bertahan hingga babak pertama bubar.
Gol Piero Hincapie dan Intervensi VAR
Memasuki paruh kedua, Arsenal tidak mengendurkan serangan. Mereka menyadari bahwa keunggulan satu gol sangatlah riskan. Arsenal kembali terlihat gencar menyerang demi mengamankan tiga poin. Sepuluh menit berselang setelah kick off babak kedua, Piero Hincapie mencetak gol yang sempat menghidupkan harapan para pendukung tim tamu untuk membawa pulang poin penuh.
Keabsahan gol tersebut sempat memicu ketegangan di lapangan. Wasit harus berkonsultasi dengan tim di ruang kontrol video. Sempat ada intervensi VAR, namun akhirnya gol Hincapie disahkan dan Arsenal unggul dua gol atas tuan rumah. Dengan keunggulan 2-0, banyak pihak memprediksi laga akan berakhir mudah bagi Arsenal, mengingat Wolverhampton yang saat ini menjadi tim juru kunci Premier League nampak kesulitan untuk mengembangkan permainan.
Kebangkitan Wolves dan Sepakan Maut Hugo Bueno
Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan bagi mereka yang lengah. Wolverhampton kemudian bisa mencetak gol pertama dalam laga ini yang menjadi momentum kebangkitan mereka. Sebuah aksi individu yang tidak terduga berhasil memecah kebuntuan tuan rumah dan merusak catatan clean sheet David Raya malam itu.
Sepakan jarak jauh Hugo Bueno membuat kiper David Raya tidak berdaya. Skor berubah pada menit ke-61. Gol tersebut seolah menyuntikkan energi baru bagi para pemain Wolves. Molineux mulai bergemuruh, memberikan tekanan mental bagi para pemain Arsenal yang mulai terlihat gugup menghadapi determinasi tim juru kunci yang bermain tanpa beban.
Drama Injury Time dan Gol Penyeimbang Edozie
Petaka bagi Arsenal benar-benar terjadi saat laga memasuki detik-detik akhir. Kemenangan yang sudah di depan mata sirna akibat kesalahan koordinasi di lini pertahanan. Pada masa injury time, Wolves mencetak gol yang membuat skor menjadi 2-2, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan bagi kubu Meriam London.
Gol penyeimbang tersebut berawal dari sebuah situasi bola mati yang gagal diantisipasi dengan baik. Kegagalan David Raya mengamankan bola crossing kemudian dimanfaatkan Tom Edozie yang menyambar si kulit bulat. Bola mengarah ke gawang mengenai Riccardo Calafiori dan kemudian masuk ke gawang Arsenal. Stadion Molineux pecah dalam kegembiraan, sementara para pemain Arsenal tertunduk lesu di tengah lapangan.
Implikasi Hasil Imbang di Papan Klasemen
Skor imbang ini memberikan dampak signifikan dalam perburuan trofi Liga Inggris musim ini. Arsenal memang masih berada di posisi teratas, namun margin keunggulan mereka kini kian menipis dan memberikan ruang bagi rival terdekat untuk mendekat. Hasil imbang membuat Arsenal memimpin klasemen dengan 58 poin atau hanya unggul lima poin dari Manchester City.
Sedangkan Wolves tetap ada di dasar klasemen dengan 10 poin. Meski masih terkunci di posisi juru kunci, satu poin melawan tim sebesar Arsenal menjadi modal moral yang sangat berharga bagi Wolves untuk menatap laga-laga sisa demi menghindari degradasi. Bagi Arteta, hasil ini menjadi evaluasi besar mengenai ketahanan mental anak asuhnya saat berada dalam tekanan di menit-menit krusial.