Bulog Resmi Dapat Izin Bangun Gudang Beras di Saudi, Perkuat Logistik Jemaah Haji

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:58:41 WIB
Bulog Resmi Dapat Izin Bangun Gudang Beras di Saudi, Perkuat Logistik Jemaah Haji

JAKARTA - Upaya Indonesia memperkuat ketahanan logistik pangan bagi jemaah haji dan umrah terus dimatangkan. 

Perum Bulog memastikan langkah strategisnya di Arab Saudi setelah memperoleh izin resmi dari Kementerian Haji (Kemenhaj) untuk membangun gudang penyimpanan beras di kawasan Kampung Haji. Fasilitas ini dirancang sebagai bagian dari jaminan ketersediaan pangan bagi jutaan jemaah asal Indonesia setiap tahunnya.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembangunan gudang tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem logistik pangan Indonesia di Tanah Suci. Gudang yang direncanakan memiliki kapasitas awal 1.000 ton itu akan dibangun di atas lahan seluas 2 hingga 3 hektare yang telah disiapkan di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi.

Izin Resmi Kemenhaj dan Lokasi Kampung Haji

Rizal menjelaskan bahwa Bulog telah melakukan survei lokasi dan memastikan kesiapan lahan sebelum proyek dijalankan. Izin dari Kementerian Haji Arab Saudi menjadi dasar hukum bagi Bulog untuk merealisasikan pembangunan gudang pangan tersebut.

“Itu [rencana pembangunan gudang] sudah kami survei, mudah-mudahan kita akan kerjakan. Dan kami sudah dapat izin dari Kementerian Haji, disiapkan lahan lebih kurang sekitar 2–3 hektare [di Kampung Haji],” kata Rizal saat ditemui seusai rapat koordinasi terbatas di Kemenko Pangan, Jakarta.

Menurutnya, Kampung Haji dipilih karena merupakan pusat aktivitas jemaah Indonesia di Arab Saudi, sehingga distribusi logistik pangan dapat dilakukan secara lebih efisien dan terintegrasi.

Gudang Dirancang Menjadi Kawasan Berikat

Meski izin telah dikantongi, Rizal menyampaikan bahwa proyek tersebut saat ini belum memasuki tahap pembukaan lahan atau land clearing. Namun, perencanaan teknis terus dimatangkan agar pembangunan dapat segera dimulai.

Gudang Bulog di Kampung Haji nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan berikat. Skema ini memungkinkan gudang terbebas dari pungutan pajak, sehingga efisiensi biaya logistik dapat lebih terjaga.

“[Dibangun di] Kampung Haji. Nanti menjadi kawasan berikat rencananya. Jadi kawasan berikat, jadi itu tidak kena pajak,” jelas Rizal.

Dengan status kawasan berikat, Bulog dapat menyimpan dan mengelola komoditas pangan secara lebih fleksibel untuk kebutuhan jemaah Indonesia.

Kapasitas Awal 1.000 Ton dan Bisa Diperluas

Pada tahap awal, kapasitas gudang yang direncanakan mencapai minimal 1.000 ton untuk satu unit gudang. Rizal menilai kapasitas tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan awal jemaah haji dan umrah Indonesia.

“Ini kan sana belum di-land clearing. [Kapasitas] minimal 1.000 ton satu gudangnya,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa kapasitas tersebut bukan batas akhir. Jika kebutuhan meningkat, Bulog siap membangun gudang tambahan dengan kapasitas serupa.

“Minimal satu gudangnya 1.000 ton, itu cukup. Kalau memang nanti masih dibutuhkan, kita bangun lagi yang 1.000 ton lagi,” ujar Rizal seusai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pendekatan bertahap ini dinilai lebih adaptif terhadap dinamika jumlah jemaah dan kebutuhan logistik pangan di Arab Saudi.

Peluang Penyimpanan Beragam Komoditas Pangan

Lebih lanjut, Rizal menuturkan bahwa kehadiran gudang Bulog di Kampung Haji tidak hanya ditujukan untuk penyimpanan beras. Gudang tersebut akan difungsikan sebagai pusat penyimpanan berbagai komoditas pangan strategis Indonesia dalam satu sistem logistik terpadu.

Dengan skema ini, Indonesia berpeluang menyimpan langsung kebutuhan pangan jemaah di Arab Saudi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan pangan secara lebih berkelanjutan, terutama pada musim haji yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.

Rizal menilai kehadiran gudang ini juga membuka peluang kerja sama dagang dengan mitra lokal di Arab Saudi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok pangan berkualitas bagi kebutuhan jemaahnya sendiri.

Perkuat Ketahanan Logistik Jemaah Indonesia

Rencana pembangunan gudang Bulog di Kampung Haji mencerminkan strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan logistik pangan jemaah Indonesia di luar negeri. Dengan memiliki fasilitas penyimpanan sendiri, Bulog dapat memastikan standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan pangan tetap terjaga.

Selain itu, langkah ini dinilai dapat menekan risiko gangguan pasokan serta fluktuasi harga pangan selama pelaksanaan ibadah haji dan umrah. Bulog menargetkan proyek tersebut dapat direalisasikan dalam waktu secepatnya setelah seluruh tahapan teknis dan administratif rampung.

Dengan infrastruktur logistik yang lebih kuat di Arab Saudi, Indonesia berharap pelayanan konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dapat semakin optimal, sekaligus memperkuat peran Bulog sebagai penyangga pangan nasional hingga ke tingkat internasional.

Terkini