JAKARTA - Panggung New York Fashion Week (NYFW) Fall/Winter 2026 yang baru saja resmi ditutup pada Senin, 16 Februari 2026 waktu setempat, tidak hanya meninggalkan jejak busana yang spektakuler. Gelaran mode bergengsi ini juga memberikan pesan kuat mengenai wajah baru dunia kecantikan tahun ini: "Kemewahan yang membumi". Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mendewakan presisi, tren kali ini justru merangkul ketidaksempurnaan sebagai simbol gaya hidup kaum urban yang sibuk namun tetap ingin terlihat keren tanpa usaha berlebih (effortless).
Manifestasi Kecantikan Tanpa Batas di Panggung Dunia
Melansir Teen Vogue, panggung peragaan busana dari desainer ternama seperti Coach, Tory Burch, hingga Michael Kors menunjukkan bahwa kecantikan kini kurang berfokus pada kesempurnaan. Fokus utamanya kini bergeser pada langkah-langkah sederhana yang membuat seseorang merasa modis tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin.
Bayangkan rambut yang terurai alami di bahu, riasan mata yang dibaurkan secara kasar hanya dengan ujung jari, serta lipstik yang dioleskan sesaat sebelum melangkah keluar rumah. Tren ini mencerminkan pergeseran global di mana riasan menjadi media kreativitas dan ekspresi diri yang jujur, menggunakan waktu dan sumber daya apa adanya yang kita miliki.
Berikut adalah lima tren kecantikan dari runway NYFW FW 2026 yang dapat diaplikasikan dalam riasan sehari-hari:
Gaya Rambut Berantakan yang Diterima Luas
Era sanggul rapi yang kaku perlahan mulai mendapatkan saingan. Meski gaya rambut ke belakang masih terlihat di peragaan Tory Burch, banyak desainer musim ini yang membiarkan rambut model mereka terurai bebas. Di panggung Coach, rambut para model terurai di atas pakaian seolah menjadi bingkai wajah yang alami.
Bahkan di Carolina Herrera, tampilan rambut yang sedikit berantakan justru dianggap sebagai estetika yang menarik. Penata rambut Mustafa Yanaz memperlihatkan keahliannya menciptakan kembali tekstur rambut "berantakan" ini menggunakan sampo kering dan semprotan tekstur Bumble & Bumble khusus untuk koleksi Collina Strada. Gaya ini sangat aplikatif bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk menata rambut secara detail setiap pagi.
Kilauan Cahaya pada Area Tertentu
Jika selama bertahun-tahun kita terobsesi dengan wajah yang berkilau di seluruh area (glowy finish), kini tren bergeser pada area kilau yang terkonsentrasi. Penggunaan highlighter terlihat lebih spesifik, seperti sapuan di bagian atas lekukan bibir pada peragaan Collina Strada untuk memberikan dimensi yang unik.
Selain itu, model Fang terlihat mengenakan sentuhan glitter di sudut dalam mata mereka untuk memberikan kesan tatapan yang lebih hidup. Menariknya, Meruert Tolegen memperkenalkan tren baru yang disebut glass blush, sebuah pilihan perona pipi tipis yang lebih menonjolkan kilau daripada pigmen warna, memberikan kesan kulit yang sehat dan segar secara instan.
Kebangkitan Riasan Smokey Eyes yang Edgy
Bagi pecinta riasan mata yang berani, ini adalah kabar baik. Tren smokey eyes resmi kembali ke permukaan. Peragaan Tory Burch menjadi contoh utama bagaimana gaya ini diaplikasikan dengan napas modern. Salah satu teknik yang bisa dicontek untuk riasan sehari-hari adalah membaurkan eyeliner di bagian luar mata secara halus. Cara ini memberikan kesan edgy, misterius, namun tetap terlihat keren tanpa terlihat terlalu berat untuk aktivitas harian.
Riasan Bibir Tanpa Garis Lip Liner
Dunia kecantikan tampaknya mulai meninggalkan garis bibir yang tegas. Langkah selanjutnya dari tren bibir buram (blurred lips) adalah menanggalkan penggunaan lip liner sama sekali. Pengguna disarankan untuk langsung memulas lipstik pada bibir dan meratakannya menggunakan jari untuk hasil yang lebih natural dan menyatu. Label Cinq à Sept bahkan menantang para pecinta mode untuk langsung mencoba teknik ini menggunakan warna merah berry gelap yang memberikan kesan berani namun tetap santai.
Kuku Pendek dengan Pilihan Warna Berani
Tren kuku panjang yang rumit mulai tergeser oleh kepraktisan kuku pendek. Namun, pendek bukan berarti membosankan. Michael Kors memberikan inspirasi dengan memulas kuku merah terang yang senada dengan warna lipstik para model, menciptakan harmoni warna yang klasik. Di sisi lain, Tory Burch menawarkan pilihan yang lebih serbaguna dengan warna-warna earthy tone yang cocok untuk berbagai kesempatan, membuktikan bahwa kuku pendek tetap bisa menjadi pernyataan mode yang kuat jika dipadukan dengan warna yang tepat.
Panggung Ikonis dan Babak Baru Dunia Mode
Secara keseluruhan, NYFW FW 2026 menjadi perayaan atas sejarah dan masa depan. Michael Kors merayakan ulang tahun ke-45 karyanya dengan penampilan penutup spektakuler dari supermodel Christy Turlington di Metropolitan Opera House, menampilkan palet warna mewah merah tua dan detail bulu. Sementara itu, Ralph Lauren menghadirkan koleksi "Modern Manor" yang memadukan "gaya Amerika yang tangguh" dengan "bangsawan Inggris" melalui material jaket kulit dan kain tweed klasik.
Pekan mode ini juga menjadi tonggak sejarah bagi Proenza Schouler, di mana Rachel Scott melakukan debut resminya sebagai direktur kreatif. Rancangannya yang berfokus pada "warna, presisi, dan keahlian" berusaha mendefinisikan kembali apa itu busana modern New York di masa kini. Dengan segala tren yang muncul, NYFW 2026 berhasil membuktikan bahwa tampil modis kini lebih tentang kepercayaan diri untuk menjadi diri sendiri, tanpa harus terbebani oleh standar kesempurnaan yang kaku.